Rabu, 11 November 2009

‘The Real’ Gedong Gincu


Gedong Gincu Indramayu mempunyai beberapa keunggulan, dibanding produk serupa yg dihasilkan oleh kabupaten2 tetangga, seperti majalengka, Cirebon dan Kuningan. Mangga Gedong Gincu Indramayu mempunyai pigmen warna yang lebih kuat, tekstur yang tidak benyek, tahan lama dan keharuman yang khas, dan kualitas mangga gedong gincu terbaik ternyata dihasilkan pada daerah2/kecamatan yang terlalui aliran sungai Cimanuk, wallahu’alam.

Interval musim panen terjadi biasanya antara Agustus s.d. Desember, harga ditingkat pedagang berkisar antara 15.000,- s.d. 29.000,-. Namun harga ditingkat pengumpul bisa setengahnya seperti di Pedagang Pengumpul H. Sukron Jatibarang, (6/11/09) kisaran harga Rp. 8.000,- untuk sortasi super. Salah satu faktor yang mempengaruhinya adalah frekeunsi panen yang tinggi pada bulan ini.

Belajar dari Jogja


Minggu pagi (8/11/09), saya berkesempatan menikmati “SUNMOR” di kawasan kampus UGM, suasana yang sama seperti semaraknya pasar minggu pagi di lapangan Gasibu Bandung, bahkan sampai kampus UNPAD Jatinagor. Kawasan-kawasan tersebut memang berkembang dengan cluster ekonomi kerakyatannya. Begitu banyak manfaat bagi masyarakat yg tidak hanya menikmati minggu pagi dengan olahraga tetapi juga bisa mengembangkan ekonomi masyarakatnya.

Di Indramayu, sistem pemasaran seperti ini berkembang dengan istilah “PASARAN” yaitu pasar keliling di setiap blok atau kawasan pada hari/malam tertentu, mungkin ini bentuk adaptasi lokal dari pengembangan cluster usaha kecil, namun nampaknya suasana “SUNMOR” bisa jadi alternative pengembangan kawasan seperti sport centre atau wahana wisata air bojong di minggu pagi, agar pengembangan ekonomi kecil dan ekonomi kreatif bisa lebih hidup dan menyerap banyak kesempatan bekerja/berdagang bagi masyarakat.

Kamis, 05 November 2009

Harga Bunga Kol Indramayu


Perkembangan harga bunga kol kab. Indramayu pada saat survey terakhir (5 Nop 2009) mengalami fluktuasi harga cukup tajam. Disentra bunga kol Desa Sukadana Kec. Tukdana harga tercatat Rp. 2500 - 4.000 per kg. Harga ini diterima petani dari pengepul/tengkulak yang datang ke lahan sawah. Produksi bunga kol sendiri rata-rata termasuk size sedang yaitu sekitar 7 ons per pohon. Menurunnya harga bunga kol ini disebabkan di beberapa areal bunga kol di kecamatan lain seperti Sukra, Anjatan dll sedang mengalami panen.

Data dari Bidang Hortikultura Dinas Pertanian dan Peternakan Kab. Indramayu mencatat areal pengembangan bunga kol di Indramayu saat ini mencapai 101 Ha, dengan prediksi hasil minimal 5 ton. Potensi ini merupakan peluang yang cukup besar dalam pengembangan bunga kol di Indramayu

Selasa, 03 November 2009

Deskripsi Komoditas Utama Indramayu


Prioritas pembangunan pertanian di Kabupaten Indramayu pada peningkatan daya beli masyarakat tani, diarahkan terutama pada produk-produk unggulan yang mempunyai pangsa pasar tinggi. Komoditas unggulan yang dikembangkan tersebut meliputi komoditas di bidang tanaman pangan, hortikultura dan peternakan.

Di bidang tanaman pangan komoditas yang dikembangkan meliputi padi, kedelai dan jagung. Di bidang hortikultura adalah mangga, jamur merang dan sayuran dataran rendah sedangkan di bidang peternakan adalah sapi potong, itik dan domba atau kambing. Kesembilan komoditas tersebut diupayakan untuk berkembang lebih optimal dari tahun ketahun.